DIALOGIKA Vol. 1 Menjadi Ruang Aman untuk Mahasiswa Bersuara
hmp.ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA — Forum diskusi DIALOGIKA (Diskusi dan Logika) Vol. 1, hasil kolaborasi antara HIMAKOM UNESA dan PODIUM UNESA, dengan tema “Ketika Diam Menjadi Pilihan”.Berlokasi di Taman Geografi, FISIPOL UNESA pada Rabu, 21 Mei 2025. Forum ini dimulai sejak jam 15.00 dan hadir sebagai ruang aman dan terbuka bagi mahasiswa untuk berbagi keresahan serta menyuarakan opini tentang isu-isu sosial-politik secara logis dan kritis.
DIALOGIKA dirancang untuk
menjawab keresahan bahwa banyak mahasiswa yang belum berani menyampaikan
pendapat, rendahnya kesadaran politik masyarakat, terutama dalam
mengekspresikan opini melalui media sosial. Tujuan forum ini diadakan untuk
mengedukasi sekaligus membuka percakapan politik yang sering kali dianggap
sensitif namun penting.
Forum ini menghadirkan Muhammad
Wildan Pratama, seorang jurnalis Suara Surabaya, sebagai pemantik diskusi.
Berbeda dari forum diskusi formal lainnya, DIALOGIKA memberikan porsi dominan
pada peserta untuk berdialog aktif. Wildan berperan sebagai pemantik awal,
memberi konteks tanpa mendominasi arah diskusi. “Forum seperti ini penting
untuk melatih keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, karena
demokrasi tak bisa hidup tanpa partisipasi,” ungkapnya.
Menurut Ega Ramadhan, Ketua
Pelaksana DIALOGIKA, tema yang dipilih tergolong universal agar lebih inklusif
dan tidak ‘berat’. Tujuannya agar mahasiswa tidak merasa terintimidasi ketika
membahas politik, sekaligus menarik perhatian mereka yang selama ini enggan
berdiskusi. Antusiasme peserta pun melampaui ekspektasi. “Target awal kami
hanya 30 peserta, tapi yang hadir justru lebih banyak. Diskusinya juga hidup,
banyak yang menyampaikan dan menyanggah pendapat satu sama lain,” ujar Ega.
Beberapa isu yang sempat mencuat antara lain batasan menyuarakan pendapat di
media sosial, UU ITE, hingga keresahan pribadi mahasiswa terhadap situasi
politik saat ini.
Forum ini juga menjadi langkah
awal HIMAKOM dalam menyosialisasikan pentingnya literasi politik bagi
mahasiswa. Harapannya, peserta yang hadir dapat menyebarkan semangat berdialog
ini ke lingkup pertemanan mereka. “Kami ingin Dialogika jadi forum yang berkelanjutan
dan berkembang jadi budaya diskusi yang sehat di kampus,” tambah Ega. DIALOGIKA
rencananya akan terus berlanjut di volume berikutnya dengan konsep yang mungkin
lebih segar dan kontekstual. Kerja sama dengan PODIUM UNESA sebagai Pusat
Dialog dan Diskusi Ilmu Komunikasi memperkuat posisi forum ini sebagai ruang
yang kredibel, reflektif, dan mendorong mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk tidak
hanya belajar teori, tapi juga praktik nyata dalam menyampaikan pendapat. [Khs,
2025]
Himpunan Mahasiswa Ilmu
Komunikasi
Kabinet Tinta Pena