AMATI - REFORMASI
Dari Reformasi 1998 hingga Hari Ini: Mengapa Aspirasi Masih Terus Diperjuangkan?
Hari ini, kita dapat menyampaikan pendapat, mengkritisi kebijakan, hingga berdiskusi di ruang publik dengan lebih leluasa. Kebebasan tersebut mungkin terasa biasa, tetapi ruang demokrasi yang kita miliki hari ini merupakan hasil dari perjuangan panjang, salah satunya melalui Reformasi 1998. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik penting yang membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi dan mengawal jalannya pemerintahan.
Ruang demokrasi yang lahir dari semangat Reformasi bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk digunakan secara bertanggung jawab. Ketika berbagai persoalan masih dirasakan masyarakat, ruang tersebut kembali dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Hal inilah yang kemudian terlihat melalui aksi mahasiswa yang berlangsung di berbagai daerah, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Makassar, dan sejumlah kota lainnya.
Melalui aksi tersebut, berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat kembali disuarakan. Lantas, apa saja tuntutan yang menjadi bagian dari aspirasi tersebut?
1. Menghentikan Pemborosan APBN
Tuntutan ini menyoroti pentingnya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih efektif dan tepat sasaran. Di tengah berbagai kebutuhan masyarakat, setiap alokasi anggaran diharapkan diprioritaskan pada program yang benar-benar memberikan manfaat serta menjawab kebutuhan publik.
2. Menurunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
Harga kebutuhan pokok dan bahan bakar merupakan persoalan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Kenaikan harga tidak hanya memengaruhi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berdampak pada biaya transportasi, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, tuntutan ini menekankan pentingnya kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Tuntutan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berangkat dari perhatian terhadap prioritas penggunaan anggaran negara. Di tengah berbagai persoalan pendidikan dan ekonomi, muncul pertanyaan mengenai apakah alokasi anggaran yang sangat besar untuk program tersebut telah menjadi prioritas yang paling mendesak. Selain itu, pelaksanaan program juga dinilai perlu dievaluasi agar manfaatnya benar-benar tepat sasaran.
4. Menghentikan Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih
Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih juga menjadi salah satu kebijakan yang disoroti. Tuntutan ini berangkat dari perlunya peninjauan kembali terhadap urgensi, kesiapan pelaksanaan, serta efektivitas program tersebut. Selain itu, muncul perhatian terhadap bagaimana program ini akan berjalan berdampingan dengan koperasi dan pelaku usaha lokal yang telah lebih dahulu berkembang sehingga pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat tanpa mengesampingkan ekosistem yang sudah ada.
5. Menguatkan Nilai Rupiah
Nilai tukar rupiah yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi perekonomian nasional. Ketika rupiah melemah, biaya impor dapat meningkat sehingga berdampak pada harga barang, biaya produksi, dan pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, penguatan nilai rupiah menjadi salah satu tuntutan yang disampaikan sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi.
Reformasi bukan hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ruang demokrasi dibangun melalui perjuangan. Hingga hari ini, ruang tersebut masih dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, dan memastikan berbagai persoalan masyarakat tetap menjadi bagian dari perhatian bersama. Namun, ketika kritik di media sosial kerap memunculkan perdebatan, aksi mahasiswa sering kali dicap sebagai "demo bayaran", dan penyampaian aspirasi tidak jarang dipandang sebagai ancaman, muncul pertanyaan yang patut direnungkan, apakah ruang demokrasi yang diperjuangkan sejak Reformasi benar-benar masih hadir sebagaimana mestinya?
Sumber
Kompas.com. (2026, Juni 12). 5 Tuntutan Demo BEM UI Hari Ini: Dari Turunkan Harga BBM hingga Setop MBG. https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/12/14540681/5-tuntutan-demo-bem-ui-hari-ini-dari-turunkan-harga-bbm-hingga-setop-mbg
Kompas Video. (2026, Juni 12). Istana Jawab 5 Tuntutan Demo Mahasiswa. https://video.kompas.com/watch/1936204/istana-jawab-5-tuntutan-demo-mahasiswa-12-juni-2026
Jawa Pos. (2026). 5 Tuntutan Demo Mahasiswa di Surabaya: Hentikan Program MBG hingga Kuatkan Nilai Rupiah. https://www.jawapos.com/surabaya-raya/2606170001/5-tuntutan-demo-mahasiswa-di-surabaya-hentikan-program-mbg-hingga-kuatkan-nilai-rupiah
Hukumonline. (2026, Juni 12). Aksi Demo Bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut", Ini Lima Tuntutan BEM UI. https://www.hukumonline.com/berita/a/aksi-demo-bertajuk-menuju-indonesia-bangkrut--ini-lima-tuntutan-bem-ui-lt6a2be467060c2/
Departemen Kajian dan Aksi Strategis
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Kabinet Laksanala