Attency of the Month: May
A. Penulisan
Ulang Sejarah
Pemerintah melalui Kementerian
Kebudayaan tengah menggagas proyek penulisan ulang sejarah Republik
Indonesia dengan melibatkan 100 lebih sejarawan yang dipimpin oleh Guru Besar
Ilmu Sejarah FIB UI Susanto Zuhdi. Bukan hanya sejarawan, proses penulisan
ulang sejarah RI juga melibatkan para arkeolog karena terdapat penulisan
prasejarah hingga era manusia kontemporer di Indonesia. Dalam rapat yang
berlangsung di Gedung Nusantara I DPR RI, Menteri Kebudayaan Fadli Zon
memaparkan urgensi proyek ini, yakni menghapus bias kolonial, menguatkan
identitas nasional, hingga menjawab tantangan globalisasi yang relevan bagi
generasi muda. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian juga menekankan
pentingnya proses penulisan yang inklusif dan transparan. Sjaifudian menyatakan
bahwa DPR ingin mendengar siapa saja yang dilibatkan dan bagaimana proses kerja
yang dilakukan Kementerian Kebudayaan.
Fadli Zon mengungkapkan penulisan
sejarah ini akan terdiri dari 10 jilid utama berdasarkan periodisasi yang
disesuaikan dengan temuan dan pendekatan baru. 10 jilid utama yang digagas, di
antaranya:
1.
Sejarah Awal Nusantara
2.
Nusantara dalam Jaringan Global:
India dan China
3.
Nusantara dalam Jaringan Global:
Timur Tengah
4.
Interaksi dengan Barat: Kompetisi
dan Aliansi
5.
Respons Terhadap Penjajahan
6.
Pergerakan Kebangsaan
7.
Perang Kemerdekaan Indonesia
8.
Masa Bergejolak dan Ancaman
Integrasi
9.
Orde Baru (1967-1998)
10.
Era Reformasi (1999-2024)
Proyek
penulisan ulang ini ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan
perayaan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Menteri Kebudayaan berharap
buku sejarah versi baru ini bisa segera diintegrasikan ke dalam kurikulum
pendidikan nasional agar generasi muda mendapatkan narasi sejarah yang lebih
utuh dan berimbang. Selama proses pengerjaan berlangsung, proyek penulisan
ulang sejarah ini tidak lepas dari polemik dan kritikan dari masyarakat, seperti
halnya Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI) yang merupakan gabungan
dari sejarawan dan ilmuwan lintas organisasi menentang rencana pemerintah
tersebut. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X, AKSI
menolak rencana pemerintah dalam penulisan sejarah Indonesia versi terbaru.
Menurut mereka, penulisan ulang sejarah berpotensi menghilangkan fakta-fakta
sejarah masa lalu, khususnya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang pernah
terjadi.
AKSI
menarasikan sejarah yang hendak ditulis tersebut sebagai “sejarah resmi Indonesia”,
konsepnya dikhawatirkan akan serupa dengan penulisan sejarah yang lazim
dilakukan oleh negara otoriter. Ketua AKSI, Marzuki Darusman, menyebut proyek
pemerintah Indonesia ini mirip dengan langkah Adolf Hitler yang saat itu
berupaya menuliskan kembali sejarah Perang Dunia I. Tidak hanya dari peserta
AKSI, anggota Komisi X dari Fraksi PDIP, Bonnie Triyana, juga memiliki
kekhawatiran. Menurutnya, jika penulisan ulang sejarah tersebut menggunakan
frasa “sejarah resmi”, akan muncul potensi menjadikan tulisan sejarah tersebut sebagai
pedoman tunggal. Jika hal tersebut terjadi, penulisan sejarah Indonesia lainnya
dengan perspektif yang berbeda bisa mendapat anggapan sebagai perlawanan
terhadap pemerintah.
B. Siswa
Dikirim ke Barak
Gubernur Jawa
Barat Dedi
Mulyadi telah merealisasikan program yang ia canangkan pada
bulan April lalu, yakni mengirim siswa yang dianggap bermasalah ke barak militer.
Program yang bekerja sama dengan TNI AD ini mulai dijalankan sejak 2 Mei 2025.
Dedi mengungkapkan tiap siswa akan mengikuti program itu di sekitar 30 hingga
40 barak khusus yang telah disiapkan oleh TNI. Peserta program, dipilih
berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua. Mereka yang
diprioritaskan untuk diikutkan dalam program pembinaan adalah siswa yang sulit
dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal.
Pembinaan akan berlangsung selama 6 bulan untuk tiap siswa.
Kepala Dinas
Penerangan TNI AD Brigjen Wahyu Yudhayana mengatakan program pembinaan
anak-anak itu bernama Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara
Kekhususan. Program ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Dodik Bela Negara
Rindam III/Siliwangi di Bandung dan di Markas Resimen Artileri Medan (Menarmed)
1 Kostrad di Purwakarta. Wahyu menuturkan pendidikan ini bertujuan membina
siswa tingkat SMP dan SMA atau sederajat yang memiliki permasalahan kepribadian
maupun perilaku menyimpang, yang berurusan dengan suatu tindak pidana.
Meski begitu,
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap adanya praktik intimidatif
dalam pelaksanaan program pendidikan karakter yang digagas oleh Dedi Mulyadi
itu. Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyebut, anak-anak yang menolak mengikuti
program ini bahkan mendapat ancaman tidak naik kelas. KPAI menemukan
adanya ketidakpastian dalam penentuan siswa nakal yang akan dikirim ke barak.
Jasra mengatakan di salah satu lokasi program, yakni di Purwakarta, ditemukan
tiga SMP negeri yang belum memiliki guru BK. Hal ini menimbulkan pertanyaan
besar ihwal siapa yang sebenarnya memberikan rekomendasi agar siswa mengikuti
program tersebut. KPAI juga mencatat sekitar 6,7 persen anak menyatakan tidak
tahu alasan mereka dikirim ke program tersebut. Bagi KPAI, ini menjadi tanda
bahwa proses seleksi peserta masih bermasalah.
Federasi
Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
(Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengevaluasi kebijakan pengiriman siswa nakal ke
barak militer. Menurut Sekretaris Jenderal FSGI Fahriza Marta Tanjung Fahriza,
selama ini sekolah telah menangani siswa yang bermasalah melalui banyak cara. Namun,
apabila program tersebut dianggap kurang berhasil, maka seharusnya dievaluasi terlebih
dahulu untuk mengetahui apa kendalanya maka tidak harus dibawa ke barak militer.
Sementara itu, Ketua Umum FSGI Fahmi Hatib mengatakan, TNI bukan satu-satunya
instansi yang bisa bekerja sama dalam pembinaan kesiswaan. Menurutnya, sekolah dapat
melibatkan banyak instansi lain, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (PPAPP), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kwarcab Pramuka, BNN,
Kepolisian dan instansi terkait lainnya.
C. Merger
Grab dan Gojek
Grab sedang
ramai menjadi perbincangan masyarakat karena adanya dugaan merger dengan gojek.
Pada Kamis, 15 Mei 2025, Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy
mengatakan bahwa informasi merger tersebut tidak berdasarkan informasi yang
terverifikasi. Dilansir dari Tempo.co, Perusahaan Grab beroperasi hanya sebagai
penanaman modal asing (PMA), yaitu bentuk investasi yang diatur dan diizinkan
oleh pemerintah Indonesia. PMA adalah struktur hukum yang biasa digunakan oleh
perusahaan-perusahaan global yang berinvestasi di Indonesia dan telah menjadi
pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan
bisnis berskala besar, mempercepat adopsi teknologi, dan mendukung inovasi
lintas sektor.
Isu yang
beredar membuat ribuan pekerja ojol melakukan unjuk rasa, tepatnya pada 20 Mei
2025, di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa timur. Tujuan unjuk rasa tidak hanya
untuk menolak merger antara Gojek dan Grab, tetapi potongan aplikasi sebesar 10%
dan tuntutan untuk menaikkan tarif pengantaran penumpang juga menjadi poin
utamanya. Juru bicara Frontal Jawa Timur Samuel Grandy Kalengkongan menyebutkan
massa pengemudi ojol yang berjumlah sekitar 6.500 itu merupakan gabungan dari
berbagai daerah. Selain di Surabaya, demo ojol juga digelar di Banyuwangi.
D. Intimidasi
terhadap Penulis Opini Detikcom
Seorang
penulis opini di Detikcom mengalami dua kali serangan fisik dari orang tak
dikenal setelah artikelnya yang mengkritisi pengangkatan Letjen Djaka Budi
Utama sebagai Dirjen Bea Cukai tayang pada 22 Mei 2025. Artikel berjudul “Jenderal
di Jabatan Sipil: Di Mana Merit ASN?” menyoroti pengangkatan jenderal aktif di
posisi sipil yang dianggap bertentangan dengan prinsip meritokrasi dalam
birokrasi. Penulis, yang merupakan seorang ASN dan mahasiswa magister, mengaku
diserempet serta didorong oleh dua orang tak dikenal saat mengantar anak ke
sekolah. Serangan serupa kembali terjadi keesokan harinya saat penulis sedang
berjalan kaki. Kedua penyerang langsung melarikan diri setelah melakukan
aksinya. Penulis merasa terancam dan akhirnya meminta agar artikelnya dicabut
dari situs Detikcom.
Redaksi
Detikcom awalnya menolak permintaan tersebut karena belum ada rekomendasi dari
Dewan Pers. Namun, setelah penulis melapor ke Dewan Pers, artikel itu akhirnya
dihapus. Judul tulisan diganti menjadi Tulisan Ini Dicabut dan isi opini sudah
tidak dapat diakses. Dalam klarifikasinya, Detikcom menyatakan penghapusan
dilakukan atas permintaan penulis dan bukan karena intervensi eksternal. Koordinator
AJI Indonesia, Erick Tanjung, menilai kejadian ini sebagai bentuk represi
terhadap kebebasan berekspresi. Ia menyebut tindakan intimidasi dan pencabutan
artikel sebagai pola pembungkaman yang mengingatkan pada praktik otoriter di
masa lalu.
Dewan Pers
telah menerima laporan dugaan intimidasi tersebut dan saat ini tengah melakukan
verifikasi. Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan belum ada
rekomendasi dari lembaganya terkait pencabutan artikel itu. Ia juga mengecam
segala bentuk intimidasi terhadap penulis dan meminta semua pihak menjaga ruang
demokrasi serta melindungi suara kritis, termasuk dari kalangan mahasiswa.
E. Ray
Dalio Batal Gabung Danantara
Ray Dalio adalah pendiri Bridgewater Associates, perusahaan dana lindung
nilai terbesar di dunia. Nama Ray Dalio menjadi sorotan publik karena resmi
menjadi bagian dari Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata
Nusantara (BPI Danantara). Nama ini pada akhirnya diumumkan secara resmi oleh
CEO Danantara, Rosan Roeslani, di acara Meet The Team Danantara
Indonesia yang digelar pada Senin, 24 Maret 2025. Namun, pada Rabu 28 Mei
2025, berbagai sumber mengabarkan Ray Dalio mundur dari jabatannya sebagai
Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI
Danantara).
berdasarkan
pemberitaan Bloomberg, Danantara melakukan presentasi dengan sekelompok
pebisnis dari mancanegara di Jakarta pada Mei lalu. Dalam presentasi tersebut,
Danantara hanya memiliki empat Dewan Penasihat, yakni Jeffrey Sachs, Chapman
Taylor, Thaksin Shinawatra, dan Helman Sitohang. Nama Ray Dalio tidak ada dalam
jajaran Dewan Penasihat Badan tersebut. Hingga saat ini, sumber-sumber terkait menuturkan,
alasan Dalio tidak ingin bergabung belum disampaikan secara jelas, juru bicara
Ray Dalio pun menolak memberikan komentar.
Rosan
Roeslani mengatakan, Ray Dalio masih bergabung dengan mereka. Rosan
mengaku, baru bertemu dengan anak Ray Dalio, Mark Dalio dan tim pada pekan
lalu. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengundang Ray Dalio dan sejumlah
konglomerat asal Indonesia untuk membahas Danantara di Istana Merdeka, Jakarta
Pusat, Jumat, 7 Maret 2025 siang. Dalam pertemuan itu, Rosan menyampaikan, Ray
Dalio memberikan banyak masukan untuk mengembangkan Danantara, di antaranya
yakni mengenai kerja sama inisiatif, dan sektor-sektor yang harus dilakukan
Danantara.
REFERENSI
Abdurrahman, S. (2025). Sederet Informasi Soal Penulis
Opini Detikcom yang Mengaku Diintimidasi. Tempo. https://www.tempo.co/politik/sederet-informasi-soal-penulis-opini-detikcom-yang-mengaku-diintimidasi-1543606
Amin, I. (2025). Penulisan Ulang
Sejarah: Siapa yang Diuntungkan? Tirto.Id.
https://tirto.id/penulisan-ulang-sejarah-siapa-yang-diuntungkan-hbXo
Ansori, W. W. (2025). Penulisan Ulang
Sejarah RI Habiskan Rp 9 Miliar, Fadli Zon Klaim Libatkan 113 Ahli dari Aceh
hingga Papua. Kompas.Com.
https://www.kompas.com/sumatera-utara/read/2025/05/27/165635688/penulisan-ulang-sejarah-ri-habiskan-rp-9-miliar-fadli-zon-klaim
Ayu, R. D. (2025). Apa yang Diajarkan
kepada Siswa di Barak Militer ala Dedi Mulyadi? Tempo.
https://www.tempo.co/politik/apa-yang-diajarkan-kepada-siswa-di-barak-militer-ala-dedi-mulyadi--1493926
DPR Setujui Penulisan Ulang Sejarah
Indonesia, Akhiri 26 Tahun Kekosongan. (2025). Menpan.
https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/dpr-setujui-penulisan-ulang-sejarah-indonesia-akhiri-26-tahun-kekosongan
Fakta-fakta Proyek Penulisan Sejarah
Resmi Indonesia. (2025). CNN Indonesia.
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250507120510-20-1226725/fakta-fakta-proyek-penulisan-sejarah-resmi-indonesia
Hasan, A. Al. (2025). Penjelasan Grab
Indonesia soal Merger dengan Gojek: Spekulasi yang Tak Terverifikasi.
Tempo. https://www.tempo.co/ekonomi/penjelasan-grab-indonesia-soal-merger-dengan-gojek-spekulasi-yang-tak-terverifikasi-1444055
Janati, F. (2025). Penulisan Ulang
Sejarah Indonesia Dimulai, Dijamin Jujur? Kompas.Com.
https://nasional.kompas.com/read/2025/05/15/06550931/penulisan-ulang-sejarah-indonesia-dimulai-dijamin-jujur?page=all
Kamil, I. (2025). Dewan Pers Soroti
Pencabutan Artikel Opini Detikcom. Kompas.Com.
https://nasional.kompas.com/read/2025/05/24/18124941/dewan-pers-soroti-pencabutan-artikel-opini-detikcom
Lidyana, V. (2025). Fakta-Fakta Kabar
Ray Dalio Batal Jadi Dewan Penasihat Danantara. IDN Times.
https://www.idntimes.com/business/economy/vadhia-lidyana-1/fakta-fakta-kabar-ray-dalio-batal-jadi-dewan-penasihat-danantara?page=all
Mashabi, S. (2025). FSGI Minta
Mendikdasmen Evaluasi Kebijakan Siswa Nakal Masuk Barak Militer.
Kompas.Com.
https://www.kompas.com/edu/read/2025/05/19/164628871/fsgi-minta-mendikdasmen-evaluasi-kebijakan-siswa-nakal-masuk-barak-militer
Nugraheny, D. E. (2025). Ray Dalio
Batal Gabung Danantara, Apa Alasannya? Kompas.Com. Ray Dalio Batal Gabung
Danantara, Apa Alasannya?%0A%0AArtikel ini telah tayang di Kompas.com dengan
judul %22Ray Dalio Batal Gabung Danantara, Apa Alasannya?%22, Klik untuk baca:
https://money.kompas.com/read/2025/05/28/094656626/ray-dalio-batal-gabung-danantara-apa-alasannya.%0A%0A%0AKompascom+
baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6%0ADownload aplikasi:
https://kmp.im/app6
Rakhmayanti, I. (2025). Grab Buka
Suara Isu Merger dengan Gojek. CNBC Indonesia.
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250515141953-37-633554/grab-buka-suara-isu-merger-dengan-gojek/amp
Sasandra, C. (2025). Profil Ray
Dalio, Dikabarkan Mundur sebagai Dewas Danantara. Fortune Indonesia.
https://www.fortuneidn.com/news/profil-ray-dalio-d7w01-00-fykp7-b5gkzv
Wibowo, K. (2025). Demo Ojol di
Surabaya, Pengemudi Ngotot Tuntutan Harga Mati. Tempo.
https://www.tempo.co/politik/demo-ojol-di-surabaya-pengemudi-ngotot-tuntutan-harga-mati-1493990
[Departemen Kajian Strategis, 2025]
Himpunan Mahasiswa Ilmu
Komunikasi
Kabinet Tinta Pena