Attency of the Month: October
A. Polemik Tayangan Trans7
Stasiun televisi Trans7 tengah mendapat perhatian publik setelah program Xpose Uncensored menampilkan tayangan mengenai sosok Pendiri Pesantren Hidayatul Mubtadiat Kompleks Lirboyo KH Anwar Manshur dinilai dengan cara yang tidak proporsional disertai narasi negatif dan berlebihan. Dalam tayangan tersebut, terdapat potongan video dan gambar yang memperlihatkan interaksi para santri dan kiai, salah satunya berjudul “Kiai yang Kaya Raya, Umat yang Kasih Amplop”. Pengisi suara kemudian membuat narasi yang mangatakan bahwa netizen merasa curiga pemberian amplop itu membuat kiai semakin kaya, kemudian membandingkannya dengan mobil mewah yang disebut milik kiai.
Menanggapi kontroversi itu, Ketua LBH Ansor Kota Kediri, Bagus Wibowo, mengecam keras tayangan tersebut karena dianggap tidak etis dan melecehkan ulama. Ia menegaskan pentingnya pemberitaan berimbang agar tidak menyesatkan publik. LBH Ansor berencana berkoordinasi dengan Himasal dan meminta arahan KH Anwar Manshur untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh, juga mengecam keras tayangan program Xpose Trans7 tersebut. Ia menilai tayangan tersebut melecehkan dan merendahkan martabat kiai dan pesantren. Dia mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menghentikan siaran tayangan tersebut, hingga mengaudit Trans7.
Polemik ini menyebar luas di ruang media daring sehingga memunculkan banyak opini atau pendapat dari warganet. Tidak sedikit pihak yang menilai bahwa tayangan tersebut memuat narasi hoaks, sekaligus ujaran kebencian yang merendahkan martabat pesantren dan para kiai. Namun, terdapat juga warganet yang berpikiran sebaliknya, bahwa apa yang ditayangkan Trans7 dalam segmen tersebut adalah sebuah fakta. Pada Selasa, 14 Oktober 2025, Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, KH Anwar Manshur, beserta keluarga besar, para pengasuh, santri, dan alumni dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube Trans7 Official.
B. Basa-basi Presiden Prabowo dalam Diplomasi
Perbincangan bocor antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuannya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin, 13 Oktober 2025. Dalam perbincangan tersebut, terdengar Prabowo menanyakan apakah ia bisa bertemu dengan putra Trump, yaitu Eric Trump. Eric Trump merupakan wakil presiden eksekutif di Trump Organization, perusahaan keluarga Trump yang didirikan sejak 1927. Dilansir dari TheHill, Eric Trump mencatat Trump Organization memiliki dua proyek di Indonesia, satu berlokasi di pusat wisata Bali dan lainnya di Lido, dekat ibu kota Jakarta. Eric Trump mengatakan dia belum bertemu dengan Prabowo. "Saya tidak terlibat politik di Indonesia, tetapi ketika saya mendengarnya, saya tertawa," kata Eric Trump.
Pada Kamis, 23 Oktober 2025, Presiden Prabowo menerima kunjungan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo mengatakan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu bahasa yang diajarkan dalam pendidikan di Indonesia. Menurut Prabowo, hal ini sebagai bukti bahwa Indonesia memandang Brasil sangatlah penting. Dalam merealisasikan rencananya, Presiden akan meminta Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek (Kemendiktisaintek) beserta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memasukkan bahasa Portugis ke sekolah dan pendidikan tinggi. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menilai rencana tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memperkaya kompetensi bahasa asing untuk siswa dan mahasiswa. Untuk itu, Hetifah meminta agar Kemendiktisaintek dan Kemendikdasmen melakukan kajian komprehensif terkait potensi kerjasama dengan negara-negara berbahasa Portugis.
C. Kasus Perundungan Timothy Anugerah Saputra
Mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, meninggal dunia setelah diduga melompat dari salah satu gedung kampus pada Selasa, 15 Oktober 2025. Dari hasil pemeriksaan polisi, terdapat 21 orang saksi yang diminta keterangan. Salah satu saksi mengatakan melihat Timothy sendirian di lantai empat sekitar pukul 08.00 WITA dengan mengenakan kemeja putih dan membawa ransel. Saksi lain menyebut sekitar setengah jam setelahnya, ia melepas ransel serta sepatunya dan dalam keadaan panik, lalu berjalan ke arah dinding dan melompat. Keterangan mengenai lokasi kejadian masih berbeda-beda. Ada yang menyebut dari lantai dua dan ada juga dari lantai empat. Polisi menyampaikan bahwa CCTV di lantai empat sedang tidak berfungsi, sedangkan pihak kampus menyebut CCTV berfungsi tapi tidak mengarah ke titik korban jatuh.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah. Namun, setelah beberapa saat telah dinyatakan meninggal dunia. Setelah kejadian tersebut, beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp himpunan mahasiswa dan BEM lintas fakultas yang menampilkan perbincangan tidak pantas terkait foto terbaring korban setelah jatuh. Hal ini memicu dugaan adanya perundungan sebelum peristiwa terjadi. Pada tanggal 17 Oktober, beberapa mahasiswa yang terlibat dalam percakapan tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media sosial, Namun, upaya klarifikasi yang dilakukan tidak dapat meredakan derasnya kritik dan diskusi publik yang telah meluas. Informasi tersebut juga sampai ke pihak kampus dan langsung memberi sanksi kepada pelaku sesuai aturan yang berlaku.
Pada tanggal 18 Oktober, Lukas Triana Putra selaku Ayah dari Timothy menyerahkan kasus tersebut kepada polisi guna mengungkap apa yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Kementerian HAM juga andil dalam mendampingi kasus kematian Timothy. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Ditjen Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) angkat bicara terkait meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, Timothy Anugerah Saputra. Kemendiktisaintek menegaskan bahwa kampus harus menjadi tempat yang aman bagi setiap mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan dihargai tanpa intimidasi. Lingkungan perguruan tinggi, menurut Ditjen Dikti, wajib menjunjung empati, kemanusiaan, dan kebebasan dari segala bentuk kekerasan.
D. Film Dirty Vote
Film dokumenter Dirty Vote II O3 kembali mencuri perhatian publik setelah resmi dirilis pada 20 Oktober 2025 melalui kanal YouTube Dirty Vote. Dokumenter ini merupakan sekuel dari Dirty Vote pertama yang sempat ramai menjelang Pemilu 2024 karena mengungkap berbagai dugaan penyimpangan dalam proses demokrasi di Indonesia. Kali ini, film tersebut hadir dengan analisis baru yang menyoroti situasi politik dan pemerintahan setahun setelah pemilu.
Judul Dirty Vote II O3 merujuk pada tiga tema besar yang diangkat, yakni Otot, Otak, dan Ongkos. “Otot” menggambarkan penggunaan kekuatan negara, terutama melalui aparat keamanan; “Otak” membahas strategi politik dan hukum dalam mempertahankan kekuasaan; sedangkan “Ongkos” menyoroti keterlibatan modal dan ekonomi dalam struktur politik. Film garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono ini juga menghadirkan sejumlah pakar hukum dan ekonomi, di antaranya Bivitri Susanti, Feri Amsari, Zainal Arifin Mochtar, serta ekonom Bhima Yudhistira. Keempat narasumber ini memberikan pandangan kritis tentang kondisi demokrasi, relasi kekuasaan, serta kebijakan publik pascapemilu.
Dalam film tersebut, akademisi hukum Zainal Arifin Mochtar menilai dinamika politik setelah pemilu diwarnai krisis legitimasi kekuasaan. “Kita bisa lihat bagaimana Prabowo insecure dan membuat narasi pembelaan serta tuduhan musuh bersama,” ujarnya dalam salah satu segmen film. Berbeda dari seri pertamanya yang fokus pada proses pemilu, Dirty Vote II O3 mengulas tata kelola pemerintahan dan relasi kekuasaan yang terbentuk setelah pemilu berlangsung. Dokumenter berdurasi empat jam ini memadukan data, analisis hukum, serta studi ekonomi yang disusun untuk memperkuat argumen para narasumber. Ika Karlina Idris, Associate Professor di Monash University Indonesia sekaligus Co-Director Data & Democracy Research Hub, menilai dokumenter ini penting sebagai bentuk rekaman politik digital. Dengan pendekatan kritis dan narasi reflektif, Dirty Vote II O3 menjadi salah satu bahan diskusi hangat di ruang publik dan akademik, memperkuat posisinya sebagai dokumenter politik yang berpengaruh dalam lanskap demokrasi Indonesia pasca-Pemilu 2024.
REFERENSI
Anak Donald Trump Jelaskan Soal Prabowo yang Ingin Bertemu Bahas Investasi | tempo.co. (2025, Oktober 18). Tempo. https://www.tempo.co/internasional/anak-donald-trump-jelaskan-soal-prabowo-yang-ingin-bertemu-bahas-investasi-2080811
”Dirty Vote 2 O3” dan Perdebatan Publik di Ranah Digital. (t.t.). Diambil 1 November 2025, dari https://www.kompas.id/artikel/dirty-vote-o3-dan-perdebatan-publik-di-ranah-digital
Dirty Vote II O3: Rahasia Gelap di Balik Tiga O - TAGAR.CO. (t.t.). Diambil 1 November 2025, dari https://tagar.co/dirty-vote-ii-o3-rahasia-gelap-di-balik-tiga-o/
Film Dirty Vote II Rilis Tepat di Momen Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran. (t.t.). Diambil 1 November 2025, dari https://www.bisnis.com/read/20251021/638/1922098/film-dirty-vote-ii-rilis-tepat-di-momen-satu-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran
Kementerian HAM Kawal Penanganan Kasus Kematian Timothy Anugerah | tempo.co. (2025, Oktober 31). Tempo. https://www.tempo.co/hukum/kementerian-ham-kawal-penanganan-kasus-kematian-timothy-anugerah-2085198
Kenapa Dinamakan Dirty Vote II o3? Makna Otot, Otak, Ongkos di Karya Dandhy Laksono. (t.t.). Diambil 1 November 2025, dari https://www.suara.com/lifestyle/2025/10/20/143055/kenapa-dinamakan-dirty-vote-ii-o3-makna-otot-otak-ongkos-di-karya-dandhy-laksono
Kronologi kematian mahasiswa Universitas Udayana dan dugaan bullying. (2025, Oktober 22). BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cn7eg3rk0kjo
Mahasiswa Unud Timothy Anugerah Meninggal Dunia, Begini Respons Kemendiktisaintek. (t.t.). SINDOnews Edukasi. Diambil 1 November 2025, dari https://edukasi.sindonews.com/read/1633945/211/mahasiswa-unud-timothy-anugerah-meninggal-dunia-begini-respons-kemendiktisaintek-1760782246
Mancini, R. (2025, Oktober 17). Eric Trump explains father’s hot mic moment with Subianto [Text]. The Hill. https://thehill.com/homenews/administration/5560215-eric-trump-indonesia-hot-mic-moment/
Mendikti Kaget Dengar Kasus Timothy Mahasiswa Unud, Langsung Telepon Rektor Minta Penjelasan. (t.t.). Diambil 1 November 2025, dari https://nasional.kompas.com/read/2025/10/19/19335271/mendikti-kaget-dengar-kasus-timothy-mahasiswa-unud-langsung-telepon-rektor?page=all
Nikmatur, B. (2025, Oktober 14). Kronologi Kasus Tayangan Trans7 yang Dianggap Hina Kiai dan Pesantren. Jatimtimes. https://jatimtimes.com/amp/baca/347600/20251014/060900/kronologi-kasus-tayangan-trans7-yang-dianggap-hina-kiai-dan-pesantren
Polisi: Timothy Diduga Kuat Bunuh Diri, Ada Saksi Lihat Jatuh Melayang. (t.t.). Diambil 1 November 2025, dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251024065732-12-1287920/polisi-timothy-diduga-kuat-bunuh-diri-ada-saksi-lihat-jatuh-melayang
Ramadhanty, N. (2025). Duduk Perkara Tayangan TRANS7 yang Dinilai Hina Kiai dan Ponpes. tirto.id. https://tirto.id/duduk-perkara-tayangan-trans7-yang-dinilai-hina-kiai-dan-ponpes-hjzb
Siapa Eric Putra Trump yang Ingin Ditemui Prabowo? (t.t.). internasional. Diambil 1 November 2025, dari https://www.cnnindonesia.com/internasional/20251014131318-134-1284337/profil-eric-trump-putra-donald-trump-yang-ingin-ditemui-prabowo
Trans7 Minta Maaf atas Tayangan yang Singgung Kiai dan Santri | tempo.co. (t.t.). Diambil 1 November 2025, dari https://www.tempo.co/politik/trans7-minta-maaf-atas-tayangan-yang-singgung-kiai-dan-santri-2079574#google_vignette
[Departemen Kajian Aksi Strategi]
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Kabinet Tinta Pena